Showing posts with label Focus. Show all posts
Showing posts with label Focus. Show all posts

Ujian Udah Dekat !!

agahhh,
udah ± 4 bulan belajar efektif di sekolah,
tapi tak sedikitpun masuk ke otakku,
naseeb !! naseeb !!


pulanya kalo awak boring,
ga pernah perhatikan guru,
main alfalink semeja lah pula,
ngomong-ngomong,
agahhh tahe,
semoga nanti ujian semester bisa aku, amiiiin...

ku pala-palain belajar nanti,
yang biasanya ga pernah megang soal,
mesti ku bahas nanti !!
semangat !!
Read More ...

India Akan TenggeLam daLam Lipatan Bumi ??

Sebuah studi
berbasis simulasi komputer
memperkirakan India akan
tenggelam ke dalam lipatan
Bumi.


Para ilmuwan takjub
mengetahui bahwa gunung
Himalaya masih terus
tumbuh, meskipun faktanya
lempeng tektonik India telah
terhempas ke lempeng
Eurasia dari 50 juta tahun
lalu.

Dilansir, Big News Networks,
Senin (1/2/2010), Fabio
Capitanio dari Monash
University di Australia,
berdasarkan model simulasi
komputer, memperlihatkan
dua lempengan masih bisa
melakukan pembentukan dan
masih akan terus tumbuh
menjadi gunung tertinggi di
dunia.

Perkiraan tersebut kemudian
berkembang dengan
anggapan bahwa wilayah
India akan menurun dan
perlahan tenggelam dalam
lipatan Bumi, maka secara
otomatis akan menarik
keseluruhan benua untuk
ikut tenggelam bersamanya.

Teori tersebut tidaklah
terdengar aneh, karena
semua teori mengenai proses
geologis menyebutkan
letusan gunung berapi akan
memadati lautan. Saking
padatnya, bagian yang
terhimpit akan terlipat ke
dalam dan menenggelamkan
benua.

Namun situasi Himalaya
sangatlah berbeda.

Berdasarkan gambaran pada
simulasi komputer, peristiwa
ini diibaratkan seperti dua
mobil yang bertabrakan dan
salah satunya perlahan akan
menghilang tenggelam ke
dalam aspal.
Read More ...

Ukuran Otak Pengaruhi KehandaLan Main Game

Seberapa
baik performa seseorang
dalam bermain game,
rupanya dapat ditentukan
berdasarkan ukuran wilayah
tertentu pada otak.
Para ilmuwan dapat
memprediksi performa
pemain hanya dengan
melihat struktur ukuran otak
yang terkait dengan aktivitas
belajar dan mengingat.


Semakin besar ukuran
wilayah otak ini, maka
semakin baik pula
kemampuan seseorang
dalam bermain game.
"Ini adalah pertama kalinya
kita bisa memperlihatkan
bahwa volume wilayah otak
ini bisa menjadi tolok ukur
seberapa cepat seseorang
mempelajari sebuah
permainan," kata profesor
bidang psikologi di University
of Pittsburgh Kirk Erickson,
seperti dikutip dari Live
Science, Kamis (21/1/2010).
"Selain dimanfaatkan sebagai
hiburan, video game juga
kerap digunakan untuk
keperluan edukasi atau
pendidikan, termasuk
mengajarkan karyawan baru
dan melatih personel
militer," tambah Erickson.
Erickson dan timnya
menduga, terdapat wilayah
spesifik pada otak yang
berperan dalam perbedaan
cara belajar. Dalam studinya,
mereka memutuskan untuk
fokus meneliti wilayah
striatum, yaitu struktur otak
yang tersembunyi di bagian
dalam korteks otak besar.
Striatum dinilai terlibat
dalam aktivitas belajar dan
mengingat, terutama dalam
melakukan berbagai tugas
yang membutuhkan keahlian
motorik atau gerak seperti
bermain video game atau
mengendarai sepeda.
Studi ini melibatkan 36
mahasiswa, 26 orang di
antaranya wanita dan 10
orang partisipan lainnya
adalah pria. Para partisipan
ini jarang memainkan game
dan rata-rata bermain game
kurang dari tiga jam
seminggu dalam kurun waktu
dua tahun terakhir. Mereka
kemudian diminta untuk
menjadi pemain game aktif
dengan target bisa
menguasai game yang
diberikan tim peneliti dalam
sesi selama 10 jam.
Setelah itu, otak mereka
dipindai menggunakan
magnetic resonance imaging
(MRI). Pemindai ini
memperlihatkan ukuran dua
irisan striatum yang disebut
caudate nucleus dan
putamen menggambarkan
seberapa baik kemampuan
seorang pemain dalam
memainkan sebuah game.
Read More ...

Ternyata Monyet Pinter Matematika

Hasil studi terbaru
yang dilakukan para peneliti
Jerman menyebutkan,
monyet memiliki kemampuan
dasar matematika.
Monyet terbukti memiliki
kemampuan berhitung.


Kesimpulan ini didapat
setelah peneliti menguji
monyet menentukan jumlah
titik yang muncul pada
sebuah layar.
Mereka bisa
menebak jumlah titik
tersebut bertambah atau
berkurang.
Hasil percobaan
menunjukkan mereka bisa
membuat keputusan
berdasarkan apa yang
mereka temukan. Professor
Andreas Nieder dari
University of Tubingen,
Jerman, yang memimpin studi
ini yakin temuan ini
menandakan bahwa
kemampuan dasar
matematika "hard-wired into
evolution".
"Ini adalah kemampuan
matematika versi primitif
yang memiliki manfaat
dalam proses bertahan
hidup," kata Andreas seperti
dikutip dari Telegraph, Jumat
(22/1/2010).
"Contohnya pada saat
mencari makan, kemampuan
ini bermanfaat untuk memilih
pohon yang memiliki lebih
banyak buah," tambahnya.
Andreas kemudian
menjelaskan, kemampuan
berhitung sama pentingnya
bagi monyet untuk
mengetahui jumlah individu
dalam kelompok mereka dan
membandingkannya dengan
kelompok lain yang menjadi
pesaing atau lawan mereka.
Dengan demikian, monyet
bisa tahu apakah mereka
terancam oleh kelompok lain
atau tidak.
Dalam studi ini monyet yang
menjadi partisipan dilatih
untuk mengenali jumlah titik
yang ditampilkan pada
sebuah layar. Mereka
ditugaskan membandingkan
jumlah titik yang ditampilkan
layar berikutnya.
Jika jumlah titik bertambah
dari yang ditampilkan pada
layar sebelumnya, monyet itu
diminta menarik semacam
alat pengungkit. Sebaliknya
jika jumlah titik lebih sedikit
dari yang ditampilkan di
layar sebelumnya, monyet
tidak akan menarik
pengungkit.
Monyet yang menebak
dengan benar diberikan apel
dan air minum sebagai
hadiah atas kepintaran
mereka. Dari studi ini juga
diketahui bahwa rata-rata
tingkat akurasi tebakan
monyet yang di uji adalah
sebesar 90 persen.
Read More ...

Tau Kenapa Nyamuk Suka Darah Manusia ?

Ahli kimia
ekologi Walter Leal
mengadakan uji coba untuk
mengetahui penyebab
nyamuk gemar akan darah
manusia.


Pada percobaan ini, Leal dan
timnya mencari tahu apakah
manusia menghasilkan bau
tubuh tertentu yang bisa
menarik perhatian nyamuk.
Rupanya, penyebab utama
nyamuk tertarik pada
manusia terletak pada zat
bernama nonanal.
Nonanal merupakan zat yang
diproduksi tubuh manusia
dan burung dan
mengeluarkan aroma cukup
kuat untuk menarik
perhatian nyamuk Culex.
Leal kemudian mengukur
kadar nonanal pada
tubuhnya sendiri. Pengukuran
kadar nonanal dilakukan
dengan cara menyuntikkan
alat seperti suntikan pada
kulit lengannya. Setelah itu
lengan Leal dibungkus
dengan aluminum foil untuk
mengisolasinya dari
lingkungan. Satu jam
kemudian, ujung suntikan
diinjeksikan ke dalam sebuah
perangkat khusus guna
melihat seberapa besar
kadar nonanal yang
diproduksi tubuh Leal.
"Kadar nonanal dalam tubuh
saya cukup banyak. Saya
melepaskan sekira 20
nanogram nonanal setiap
jamnya dan itu termasuk
cukup tinggi," kata Leal
seperti dikutip dari Live
Science, Senin (25/1/2010).
Menurut Leal, hasil ini
menjelaskan pengalamannya
ketika berkunjung ke
Meksiko dua tahun lalu. Saat
itu dia menjadi sasaran
empuk nyamuk meskipun
telah melakukan berbagai
pencegahan untuk
menghalau mereka.
"Ada banyak sekali nyamuk
di sana. Agar tidak digigit,
saya menyemprotkan anti
nyamuk di seluruh bagian
tubuh saya, termasuk
rambut," kata Leal.
Dia sangat terkejut karena
semprotan anti nyamuk dan
pakaian tebal yang menutupi
seluruh tubuhnya tak mampu
menghalau serangan
nyamuk. Makhluk penghisap
darah tersebut tetap bisa
menggigitnya, hingga
menembus kaus kaki dan
baju yang tebal.
"Nyamuk bahkan bisa
menembus bahan jeans
selama mereka tahu,
terdapat pembuluh darah di
balik pakaian yang
dikenakan. Mereka bisa
merasakan hawa panas dari
tubuh manusia," tandasnya.
Read More ...

Katak

Katak Read More ...

'Kiamat' 2012, Aktivitas Natural Matahari

'Kiamat' 2012, Aktivitas Natural Matahari - techno.okezone.com Read More ...

Komputer Mampu Realisasikan Mimpi

Komputer Mampu Realisasikan Mimpi - techno.okezone.com Read More ...

Ilmuwan Temukan Apel 'Tahan Lama'

Ilmuwan Temukan Apel 'Tahan Lama' - techno.okezone.com Read More ...